Showing posts with label bekas jerawat. Show all posts
Showing posts with label bekas jerawat. Show all posts

Jan 18, 2020

PENGALAMAN LEPAS KRIM DOKTER, ATAU PERAWATAN DI DOKTER SPKK (BREAKOUT, TRIAL ERROR, PURGING, ACNE FIGHT, & SURVIVE) PART 2

Seperti janji saya, diawal tahun ini saya ingin memberikan update tentang Pengalaman Lepas Krim Dokter, atau Perawatan di Dokter SPKK Part 2, dimana itu benar - benar hal yang tidak mudah, dan keputusan yang besar yang saya buat dengan segala kondisi kulit saya. Trial Error, Breakout, dan lainnya sudah benar - benar saya alami selama Satu Setengah tahun ini. Dan saat ini saya kembali ingin memberikan update produk apa saja yang sudah saya coba, dan hal apa saja yang saya lakukan selama ini, perawatan apa, masa - masa labil ke dokter lagi, dan lainnya akan saya bahas disini.

Untuk yang baru membaca, ataupun lupa karena memang PART I nya diposting sudah lama sekali, boleh baca lagi terlebih dahulu ya disini : Pengalaman Lepas Krim dokter, atau Perawatan di dokter SPKK Part 1

"Sebelumnya, Postingan ini murni honest review saya pribadi dan produk yang saya gunakan itu saya beli dengan uang pribadi ya. Tidak ada Endorse atau tidak ada maksud untuk menjelek - jelekan, atau membagus - baguskan suatu produk, ini murni pengalaman yang saya alami, dan segala foto atau dokumentasi yang saya ambil itu asli saya alami tidak dibuat - buat, atau dilebih - lebihkan, karena memang saya kebiasaan simpan foto buat dilihat perkembangan kulitnya bagaimana dari waktu ke waktu (kebiasaan)".

Oke kita mulai ya. Jadi sesuai dengan cerita saya di PART 1 bahwa tiba - tiba saya tidak cocok dengan skincare yang saya pakai diantaranya, Kyoto Premium Soap, Shirohada, Eglips Blur Powder, dan juga BMC. Awalnya karena kulit saya tiba - tiba sangat kering dan kemerahan saat memakai BMC. Awalnya hal itu memang pernah terjadi hanya saja sebatas kemerahan saat dipakai dan menghilang setelah esok harinya, tapi lama kelamaan hal itu semakin sering, dan menjadi tiap hari, hingga puncaknya saya merasa kulit benar - benar kering seperti dehidrasi dan merah, dan saat itu juga saya berusaha menghentikan pemakaian krim BMC.

Awalnya saya ingin melepas secara perlahan, namun saya tidak sanggup karena setiap kali dipakai kulit terasa kering, agak panas, dan merah, hingga akhirnya saya memutuskan untuk benar - benar lepas. Dan hal burukpun mulai terjadi....

Ini adalah foto yang saya ambil ketika genap 3 minggu berhenti memakai krim BMC, dan tidak menggunakan bedak, namun masih menggunakan Shirohada, dan Pencuci muka Kyoto Premium Soap.

Wajah Kiri


Wajah Kanan

Sejak saya memutuskan tidak memakai lagi BMC sebagai krim malam, kulit saya benar - benar breakout parah, bahkan lebih parah dari sebelumnya. Satu minggu pertama benar - benar lepas, bruntusan muncul di dahi, lalu minggu berikutnya dan minggu berikutnya lagi kulit benar - benar breakout dimana - mana. Seperti yang kalian tahu, saya tidak pernah mengalami breakout daerah dahi, ataupun dekat tulang pipi karena itu daerah yang sangat bebas jerawat, tapi ini breakoutnya sampai ke dahi, hidung, dan kedekat tulang pipi, SEDIH, MARAH, dan KECEWA pada diri sendiri kenapa sih saya harus terjerumus lagi memakai krim seperti itu, dan kulit saya bahkan lebih buruk keadaannya dari sebelumnya. Tapi disisi lain memberhentikan krim tersebut adalah option yang paling baik karena pada saat itu ramai isu bahwa krim tersebut mengandung Steroid. SEDIH BANGET, bener - bener ngerasa marah banget sama diri sendiri kenapa sampai sangat ceroboh menjerumuskan diri sendiri dengan memakai krim ini.

Dan hal yang paling menyedihkan hal itu terjadi tepat 5 bulan sebelum nikahan. Setiap hari hanya bisa nangis karena menyesal, tiap hari berfikir caranya gimana buat menghilangkan BREAKOUT TERPARAH SEPANJANG HIDUP INI. Keadaan breakout diperparah karena saya juga stress menghadai hal ini dan deadline ke acara resepsi pernikahan, saya takut kulit saya tidak membaik pada saat pernikahan nanti. Untungnya calon suami, keluarga, bahkan teman - teman banyak memberikan support pada saya, dan menyakinkan saya bahwa Breakout ini pasti bisa disembuhkan.

Berbekal dengan semangat dari orang - orang terdekat, dan tidak menghiraukan kata orang yang banyak memberikan komentar negatif tentang kondisi kulit saya, saya memberanikan diri untuk berusaha. Ketika itu saya bertemu teman di acara pernikahan, teman saya yang dulunya jerawatan parah benar - benar membaik kondisi kulitnya, jerawatnya benar - benar tidak ada hanya tinggal bekasnya saja. Saya yang saat itu kebingungan bagaimana mengatasi kulit saya yang marah pada saya agar membaik, lalu teman saya bercerita bahwa selama kurang lebih sudah Enam Bulan dia perawatan di Airin Skin Clinic. Tentu saja saya kepo banget dan kebetulan dia save perkembangan wajahnya yang membaik untuk dokumentasi pribadi lalu memperlihatkannya pada saya, much better banget, akhirnya setelah mengobrol dengan calon suami yang awalnya melarang saya mengotak atik kulit lagi, luluh dan mengizinkan saya perawatan di Airin Skin Clinic.

Foto dibawah ini saya ambil ketika sudah perawatan di Airin Skin Clinic selama kurang lebih satu bulan, lumayan mendingan ya, namun masih tetap ada beberapa bruntusan di pipi, namun di dahi sudah sedikit berkurang.




Saya perawatan di Airin Skin Clinic sejak bulan September 2017 hingga Awal Februari 2018. Kurang lebih sekitar Lima bulan (Saya cek di notes handphone karena saya selalu membuat journal dan dokumentasi perubahan kulit saya setelah breakout parah). Di Airin Skin Clinic saya tidak hanya perawatan tetapi juga menjalani beberapa treatment yang direkomendasikan Dokter estetika ataupun saya terkadang meminta sendiri. Selama perawatan di Airin Skin Clinic saya merasa ada perubahan walau hanya sedikit, mungkin sekitar 10-15% kondisi kulit saya membaik. Dan saya menikah dengan kondisi kulit yang jerawatan :((

Berikut adalah foto yang saya ambil setelah facial, karena proses pengeluaran komedo atau facial memang menyakitkan, dan sesudahnya membuat kulit kemerahan namun saat dipegang pipi lumayan agak mulus tidak terasa ada grinjulan karena bruntusan, di foto ini saya sudah perawatan di Airin Skin Clinic mungkin lebih dari Lima Bulan, terlihat di dahi sudah tidak ada jerawat, namun dipipi masih banyak bekas merah, ditambah bekas facial.

.


Selama lima bulan tersebut dokter tidak pernah mengubah krim perawatan saya, jadi dari awal sampai akhirpun krimnya sama, namun jenis treatmentnya saja yang beda, awalnya saat jerawatnya banyak atau bruntusan, saya disarankan facial acne jika ada komedo yang sudah siap dikeluarkan, namun setelah komedo lumayan berkurang, dokter menyarankan untuk rejuv acne, terus lumayan membaik jadi dokter memperbolehkan saya untuk hollywood facial, lalu balik lagi ke rejuv acne, kalau ada jerawat balik lagi ke facial, begitulah treatment yang saya lakukan disana selama ini.


Ini saya sisipkan foto Produk yang saya gunakan di Airin Skin Clinic, karena dari awal perawatan hingga memutuskan berhenti perawatan, saya tetap memakai krim yang sama. Untuk Sunscreen Oil Face dan Airin night cream memang label produknya terlepas karena terkena basah di dalam kulkas (Biasanya saya suka simpan beberapa produk di dalam kulkas agar kualitasnya tetap baik).

Tapi namanya Manusia biasa, saya merasa progressnya kurang menurut saya, balik lagi karena cepat atau lambatnya proses penyembuhan tergantung kondisi kulit ya, dan cocok atau tidak cocoknya suatu perawatan tergantung kulit kita sendiri jadi bisa beda - beda di tiap orang. Karena saya maunya cepat sembuh akhirnya saya memutuskan untuk berhenti, dan mencari alternatif lain, atau perawatan lain. Mungkin saya tidak sabaran, tapi siapapun dikondisi seperti saya saat itu mungkin akan merasakan hal yang sama. Ditambah saya merasa sangat sangat rendah diri dengan kondisi wajah saya jika saya berpergian dengan suami saya yang kulitnya putih mulus ataupun dengan atasan saya yang orang korea, saya merasa minder, seperti saya tidak pernah merawat diri padahal sudah mati - matian saya berusaha mengobati si jerawat ini :(.

Selama kurang lebih satu bulan, saya lepaskan kulit saya dari segala perawatan dari airin kecuali totol jerawatnya jika ada jerawat radang, saya tidak sengaja bertemu dengan adik kelas saya waktu SMA di media sosial. Kita sering mengobrol, dan sampai pada saat dia sharing soal pengalaman jerawat dia dan kemana dia berobat saat jerawatan parah. Akhirnya berbekal izin dari suami saya mencoba berobat ke dokter Okky SPKK di klinik kimia Farma Margahayu (atas rekomendasi adik kelas saya).



Foto diatas adalah foto progress ketika saya perawatan di dokter Okky selama kurang lebih satu bulan, menurut saya kondisi kulit saya sangat sangat membaik. Dokter Okky hanya menyarankan perawatan Peeling Acne itupun saya diberikan dosis ringan karena jerawatanya tidak terlalu parah. Selain itu Krim yang diberikan kepada saya semuanya terasa ringan dikulit, dan tidak menyebabkan iritasi atau kemerahan, karenanya saya tidak pernah memakai bedak selama perawatan di dokter okky dan itu berpengaruh pesat terhadap proses penyembuhan jerawat saya, karena saya tidak memakai bedak, ditambah saya konsisten pakai krimnya (Rajin) sesuai dengan anjuran beliau.

Menjaga pola makan, walau gak benar - benar eat clean tapi sedikitnya dijaga, banyak minum air putih, olahraga, tidur teratur dan cukup, yang terpenting selalu happy, jadi gak terus - terusan memikirkan soal si jerawat, dan karena dibantu hal - hal positif tersebut mungkin proses penyembuhan si jerawat dibilang cukup cepat, dan hasilnya memuaskan.

Saya berobat ke dokter Okky dari Akhir Maret 2018 hingga awal bulan Juni 2018, lalu saya berhenti karena tanpa sadar saat bulan Juni saya sudah Hamil Dua Bulan jadi dokter merekomendasikan saya hanya mencuci muka dan pakai sunblocknya saja hingga usia kandungan Empat bulan lebih. Rentang waktu tersebut kurang lebih Dua Bulan kondisi  kulit saya SANGAT MEMBAIK. Ini sungguhan benar - benar membaik saya juga tidak mengira akan seperti ini, dan saya sangat Bersyukur sekali.


Kurang lebih foto diatas adalah facial wash, dan krim yang saya pakai saat perawatan di dokter okky, facial wash memang dilepaskan labelnya oleh apotekernya jadi saya tidak tahu merknya apa ya, tapi facial washnya sih mirip - mirip seperti yang diberikan oleh dokter Dian SPKK yang praktek di Medika Klinik atau Erha Clinic, kalau di medika dulu saya diberikan sabun merk immortal acne facial wash dan facial wash di dokter Okky SPKK juga memiliki aroma, tekstur, semuanya mirip dengan sabun dari dokter Dian SPKK. Untuk krim lainnya itu beberapa racikan jadi saya kurang tahu apa saja kandungannya, tapi yang jelas karena saya memang jelaskan ke dokter bahwa kulit saya super sensitif saat itu jadi krimnya juga diberikan yang ringan, walau ringan tapi bagus di saya.

Setelah saya memasuki usia kandungan kurang lebih Lima Bulan, saya ke dokter Okky lagi untuk konsultasi dan teratment. Teratment disana hanya di Peeling Acne, dan krim yang diberikan juga sangat ringan, asli ringan  banget makanya gak nyangka bakalan sembuh (Kebiasaan pakai dosis yang tinggi T.T). Dan saya boleh memakai toner lain, waktu itu saya pakai some by me Toner dan saya udah tanya - tanya ke dokter selama bentuk toner Aha dan BHA aman asal jangan krim bentuknya. Selain itu saya juga memakai Clay Tea Tree Mask setiap 3 kali seminggu, untuk review Clay Tea Tree Mask cek disini ya Clay Tea Tree Mask Honest Review . Jadi intinya di Mix produk lainnya pun tidak masalah asal konsultasikan dulu ke dokternya ya, biasanya saya suka bawa produk yang mau saya mix dan diperlihatkan langsung ke dokternya, atau catat kandungan yang ada dalam produk tersebut, lebih bagus cari tau dulu kandungan itu apa dan pengaruhnya apa ke kita baik atau ngga itu bisa dilihat di CosDNA, yang tanya ceknya bagaimana sudah dijelaskan disini ya Cara Membaca Penjelasan dari website CosDNA


Foto diatas memang tidak sengaja saya ambil karena hanya foto selfie, namun foto tersebut bisa jadi bukti progress kulit saya membaik seiring waktu. Difoto ini usia kandungan saya sudah Tujuh Bulan dimana saya juga sudah beberapa waktu berhenti memakai krim dokter okky dan berhenti dulu perawatan ke beliau karena kondisi kandungan sedang hamil besar.

Dan masuk usia kandungan Tujuh Bulan saya berhenti pakai krim atau perawatan di dokter Okky SPKK karena entah kenapa kondisi kulit saya sangat bagus sekali saat itu, bahkan jarang sekali jerawatan. Dokter bilang saya tidak usah perawatan lagi sudah bersih, jadi saya hanya diberikan sunblock biasa dan sabun cuci muka biasa, dan beliau juga bilang kalau kulit saya menjadi super membaik karena bawaan hamil atau bayi, kan bawaan orang hamil macam - macam, mungkin anak saya ingin bunanya clear dari jerawat, dan bener - bener deh saat hamil masuk usia lima bulan kulit saya kondisinya benar - benar super membaik, glowing, sehat, dan jarang jerawatan sekalipun saat itu saya pernah skip gak pakai perawatan dokter. Thank you my Son.

Hal tersebut berlangsung hingga bulan Ketiga setelah melahirkan, atau usia anak saya memasuki tiga bulan (Bulan Maret 2019). Karena selama itu saya menyusui mungkin saya lebih menjaga pola makan, walau kurang istirahat tapi kondisi kulit saya tidak ada jerawat satupun!. dan bahkan karena capek kadang ketiduran tanpa cuci muka pada malam hari tapi aman tidak jerwatan juga.

Saat mulai masuk kerja, pola makan hancur karena ajakan beberapa teman dan kangen makan makanan pedas atau mie seperti dulu, alhasil asi mulai surut karena kurang jaga pola makan, dan jerawat mulai ada lagi, awalnya cuma satu, lalu bertambah, dan bertambah lagi.



Karena dokter Okky SPKK di Kimia Farma jadwalnya malam hari, jadi saya memutuskan untuk tidak kesana lagi karena saya juga ada harus urus anak. Disitu dengan hanya pakai sabun cethapil, lalu gak cocok, diganti sabun batang some by me, toner some by me, dan sunblock innisfree, awalnya biasa aja tapi lama kelamaan saya merasa jerawat jadi sering muncul. (foto diatas)

Saya mulai stress lagi, dan gatel ingin browsing kira - kira gimana ya harus perawatan atau tidak, dan tentu saja berdoa semoga dipertemukan dengan skincare yang cocok, bukan krim krim abal - abal, dan yang ringan, Akhirnya doanya dikabulkan. The Power of DOA.

Pada Mei 2019 Akhir saya tidak sengaja melihat postingan orang di instagram tentang skincare Axis - Y dan riwayat ceritanya mirip - mirip dengan saya. Berbekal modal nekat, saya membeli satu set produk Axis - Y yang terdiri dari pencuci wajah, toner, dan ampoule, dan Terima Kasih ya Allah saya cocok....

Foto Produk Axis Y yang pertama kali saya coba dan cocok!!.

Hingga saat ini saya masih menggunakan produk Axis-Y dan sekarang sudah masuk botol ke-4 ditambah dengan serum whiteningnya untuk membantu menghilangkan Scar Acnenya.



Foto diatas saya ambil saat selsai cuci muka, dan telah memakai Axis Y selama beberapa bulan, saya tidak menyangka saya cocok dan hasilnya sebagus ini di saya karena memang Axis Y hanya produk skincare korea bukan produk dokter tapi hasilnya sangat baik disaya, sumpah saya gak nyangka akan sebagus ini.

Saya akan Review satu - satu tentang progress perawatan seperti di Airin, Dokter Okky, dan Penggunaan Axis Y di postingan selanjutnya yaa biar lebih jelas dan sepertinya postingan ini sudah lumayan panjang. See you in my next post...

Jan 8, 2016

ACNE FIGHT : PERJUANGAN, PENGORBANAN DEMI MELAWAN JERAWAT

ACNE FIGHT : PERJUANGAN, PENGORBANAN DEMI MELAWAN JERAWAT

Postingan ini di buat bukan untuk menjelekan atau mempromusikan suatu Brand / Merk. Semua itu pengalaman pribadi yang belum tentu orang lain alami. Karena semuanya cocok - cocokan. Ini sekedar Share aja. Jadi mohon maaf untuk Pihak yang kurang berkenan. 

Hello Everyone,
Mau sedikit curhat dan cerita mengenai masalah jerawat yang sudah satu tahun lebih belum 100% pergi dari wajahku. Sebetulnya ini hal yang paling sering dikeluhkan oleh setiap orang, terutama orang yang memiliki wajah berminyak dan sensitif, tapi tidak menutup kemungkinan orang yang memiliki kulit keringpun kadang berjerawat. Bukan karena lagi kita tidak benar - benar menjaga kebersihan kulit yang menjadi faktor utamanya tetapi bisa juga karena kerajinan membersihkan, stress, hormon, ganti - ganti produk, makanan, kurang istirahat, polisi, dan banyak faktor lainnya.

Pernah gak sih terlintas 'Kenapa dia yang jarang bersihin muka, cuek, tapi ko mukanya mulus. Sedangkan aku udah menjaga kebersihan muka, udah rutin perawatan, tapi malah jerawatan' ngerasa gak adil bukan? Ya, akupun pernah mengalami hal ini bahkan sering.Jerawat udah bikin cape hati cape fisik. Difikirin terus tambah banyak, gak difikirin juga gak ngurangin, emang udah serba salah banget. Minder, Malu, ngerasa gak cantik, ngerasa Putus Asa, apalagi pengen nangis kalau udah perawatan mahal tapi hasilnya gitu - gitu aja, udah perawatan lama malah tambah parah. Ah... udah cape banget deh sama jerawat!.

Penting dan Harus di inget banget, menghadapi jerawat itu butuh ekstra rasa sabar, ekstra uang, ekstra percaya diri, dan bersyukur sama Tuhan kalau kita gak dikasih penyakit yang parah atau kondisi yang sangat parah, jangan ngeliat keatas tapi kita harus sadar bahwa kita yang berjerawat gak sendirian, banyak orang yang mungkin kondisinya lebih tidak baik dari kita *Kata Pacarku nih*.

Oke cukup intronya dan sekarang kita ke riwayat jerawatku aja sebagai referensi barangkali ada yang mengalami hal sama kaya aku.

1. VERILE, ACNES, ACNOL, VITACID, BONZOLAX, BIOACNE, SARIAYU MASKER JERAWAT, OATMEAL, SARIAYU KAPLET JERAWAT, BERSIH DARAH KEMBANG GULA, ETUDE AC CLINIC (DAILY GEL + TONER), DARSI, MINYAK ZAITUN, BEDAK JERAWAT NURMALASARI.

Karena terobsesi pengen cepet bersih aku jadi kalap beli produk untuk acne. Sebetulnya semuanya menyembuhkan jerawat ya, tapi ya jerawat masih tetep ada aja yang nongol, jadinya pakenya random gak netep. Diantara diatas produk yang paling cocok buat aku sih Verile dan Acnol, dan cocoknya itu sebelum kenal obat - obat dokter.

2. DOKTER KULIT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANDUNG TIMUR 
Dari musim puber sampai umur 21 tahunan kalau gak salah, wajahku sama sekali jarang jerawatan. Bisa dibilang setahun itu 1x dan bekasnya cepat pudar. Tapi lain cerita ketika aku menginjak usia dari 21 ke 22 tiba - tiba aku jerawatan besar - besar mungkin size L bermata dan sakit banget. Sebetulnya cuma 1 - 3 biji aja tapi hilang tumbuh dan nyaris tumbuh di daerah situ - situ aja.Akhirnya aku pergi ke dokter kulit di salah satu rumah sakit deket rumah. Nama dokternya lupa tapi perempuan, wajahnya bersih. Disana aku cuma di resepkan Mediklin gel yang tempatnya warna Orange dan Sunblock Parasol. Dokter gak kasih aku krim yang bisa dipake full semuka hanya mediklin ditotol - totol tipis di jerawat, dan parasol untuk pagi - sorenya sebagai sunblock, dokternya pun sama pake sunblock parasol. Untuk sabun muka aku masih pake ponds yang hijau untuk acne.

Mediklin bikin jerawatnya cepet mateng, pecah, kering, dan jadi koreng. Terus nanti korengnya copot dan ada bekas item - item, aku lupa lagi untuk bekasnya ilangnya berapa lama, tapi pokoknya bekasnya sih ilang. Aku kurang lebih 3 bulanan disana dan gak kesana - kesana lagi karena males. Kondisinya masih jerawat yang hilang timbul.

3. DOKTER SIMON

Kena racun juga nih sama salah satu Thread di Forum yang lagi hits. Kebetulan karena aku orangnya malesan jadinya aku tertarik karena sama beliau bisa konsultasi online via E-Mail. Dokternya baik banget selalu balesin E-Mail dan menjawab Pertanyaan kalau ada keluhan. Tapi sayang aku gak jodoh sama dokter Simon. Sebelumnya yang aku inget sih aku diresepin Papulex Oil Free. Kulitku dasarnya emang berminyak tapi pakai ini jadi kilang minyak banget, jadinya jerawatnya nambah, dan aku gak sabaran sama prosesnya karena saat itu aku ngerasa lama banget sembuhin jerawatnya akhirnya stop.

4. BLACK SEED SABUN

Ini dikenalin temenku nih, kebetulan memang aku lagi mau ganti sabun muka soalnya pake ponds udan gak nampol lagi. Waktu itu beli di kaskus dan harganya lumayan mahal untuk ukuran sabun batang dari Arab ini Rp. 100.000 dan gak ngasih efek apapun. Malah jerawat semakin merajalela. Akhirnya ini sabuh dihibahkan.

5. ERHA


6. KRIM APOTEKER DARI KENALAN (KRIM GAK JELAS & KEBODOHAN TER FATAL)

Ini adalah krim yang paling bikin aku nyesek, nyesel, dan kesel. Kalau bukan karena temen udah aku unyeng - unyeng nih orang. Asli deh krim ini yang bikin wajahku tambah merah kayak kepiting rebus. Awalnya sih sebulan dua bulan oke, mukaku bersih, pakai bedak tabur jhonson aja juga gak masalah, tapi kesini - kesini kulitku merah banget. GAK BANGET. Jerawat sih gak ada tapi merahnya itu loh ganggu banget. Aku fikir ini prosesnya dan dengan dung - dungnya aku terusin pake taunya tambah parah kulit wajahku yang aslinya cerah jadi kemerahan, dan sampe sekarang jadinya masih kemerahan dan kusam. Sebelumnya sih emang udah cerah ke pink-pinkan gitu eh pake ini malah merah kayak pake blush on semuka - muka.

Telusur - telusur ternyata krim ini mengandung hydroquion dan steroid. Dua bahan yang gak bisa dipake berlebihan dan karena itu wajahku merah banget. Sedih banget kalau inget masih gak rela. Pada dasarnya ini salahku juga sih kenapa harus tergoda rayuan temen, Emang si seller gak salah karena gak maksa aku buat beli, tapi dia menjual krim yang bahannya itu gak baik di gunakan jangka panjang menurutku. Aku pakein Avene buat lebih kalem kulitnya. Dan aku stop. Eh tapi aku dapet kabar si seller ini udah merambah ke instagram tapi dia sudah jual krim yang siang malem gitu katanya lebih kalem bahannya, jadi selama ini dia tau itu bahan keras dan masih dijual -_-. Yaudah deh aku terima nasib aja orang salah aku juga.

Sekedar saran, dari pada beli krim GAZEBO mending uang kalian disimpen buat beli produk yang pasti - pasti aja. Gak usah tergiur rayuan orang karena semua produk itu cocok - cocokan, gak usah tergiur testimonial yang seabrek - abrek karena cocok - cocokan. Intinya Teliti dulu sebelum membeli. Jangan karena nafsu belinya tapi difikirin sampe mateng. Dan kalau udah ada gejala gak wajar stop aja pelan - pelan. BE SMART YA GIRLS, belajar dari pengalamanku ini.

Review soal Avene siapa tau butuh infonya :

http://vina-story.blogspot.co.id/2015/04/skincare-time-avene-thermal-spring.html

7. ELOCON

Buat redain kemerahannya aku di bisikin Elocon Salep. Alhamdulillah sih gak merah - merah banget tapi pas merahnya ilang kulitku jadi kusam gak cerah. Elocon gak boleh dipake sembarangan, paling lama 2 minggu. Ini kasusnya beda - beda ya tiap orang, jadi mending tanya dulu ke apoteker yang di apotiknya atau lebih baik ke dokter

8. DOKTER KULIT AMIR DI APOTIK JAYA ABADI BANDUNG

Dokter yang baik, kece, dan enak diajak konsul, itu kurang lebih gambaran dari dokter ini. Kurang lebih 4 Bulan berobat sama dia (wajah memerah sama jerawatan). Konsul tiap 2 minggu sekali, sekali konsul habis +- Rp. 700.000 bikin cekak :'(. Di 3 bulan sih oke kulitku, sedikit - sedikit reda dan kalem kulit merahnya, dan jerawat juga sama, ada perubahan yang lebih baiklah, tapi masuk dari bulan ke 3 menuju ke 4 muka banyak bruntusan. Jerawat komedo warna putih ini ada banyak di pipi kiri sama kanan tepatnya area tulang pipi, Konsul kesana lagi disaranin peeling. Aku gak siap untuk peeling dan takut juga sih, karena aku gak tahan rasa sakit jadinya kabur deh.

9. BALIK KE ERHA  

So far So Good, selama 3 menuju 4 bulan kulitku yang jerawatan much betterlah. Tapi aku capek pagi - pagi harus ngambil antrian ke antapani, terus malem balik lagi buat konsul, akhirnya aku pindah ke dokter Natalie. Kulit udah jarang jerawatan yang besar - besar sih, tapi kulitnya merah dan kusam. Ini pasti aku jadi rentan merah gara - gara efek si krim point 6 *nyesek* jadinya pake apapun kulitku emang kusam dan mudah merah. Senyum, Ketawa, Nguap, Bersin, Makan, merah aja terus ialng timbul tapi emang dasar kulitnya merah. Paling parah muka aku jadi kaku (Rengkeng) gitu jadi kalau senyum ketawa di pipi tyang ada di bawah kantung mata jadi keriput, ngerasa gak nyaman sama efeknya jadinya aja aku cari cara lain.

10. KISS MASK COLLAGEN + KISS MUD FOAM

Aku pake ini biar kulitku gak kusam amet dan gak terlalu merah. Ini sih oke - oke aja di aku. Kadang kalau pagi aku masih pake krim + sunblock erha juga gak masalah. Tapi udah abis 2 jar Kiss Mask Collagen dan 1 botol Kiss Mud Foam aku baru tau kalau beberapa orang mengalami efek bruntusan setelah gak pake. Aku jadi parno, dan berhenti pelan - pelan, lalu intens lagi dengan krim malem dari Erha. Di aku gak bruntusan walau udah gak pake lagi. Kulit udah mulai gak terlalu kaku karena bantuan dari Collagen, dan kiss mask collagen itu bikin muka putih besok harinya setalah dipake jadi pas dipadukan dengan sunblock erha. Tapi aku berhenti pake kiss mud karena abis, gak ada efek bruntusan atau apapun. Terus aku jarang - jarang pake Kiss mask lebih fokus ke krim Erha, tapi aku masih bruntusan aja dan nambahin.

Karena aku lanjut ke erha lagi, aku ceritain ke dokternya katanya kulitkukan jadi kering, kenapa bisa dibilang kering padahal aku berminyak banget asalnya. Jadi emang pada sebagian orang ada efek tersebut, karena kulitku terlalu kering makanya jadi bruntusan, kalau minyakan jerawat yang gede - gede jadi serba salah sih. Akhirnya resep diubah dan aku pake kurang lebih 1.5 bulan tapi bruntusan tambah banyak.

Review lengkap disini :

http://vina-story.blogspot.co.id/2015/07/skincare-kiss-whitening-collagen-cream.html
http://vina-story.blogspot.co.id/2015/07/skincare-review-kiss-mineral-aqua-mud.html

11. DOKTER CAN*****

Dokter yang satu ini baik pake banget. Enak diajak konsul, details sama sabar dengerin cerita kita yang seabreg. Biaya perawatannya mahal, waktu aku kesana habis Rp. 1.480.000 an *Nangis*. Beliau bilang aku kulitnya udah tipis, karena dulu aku selalu pake krim yang keras - keras, jadi makanya aku sensi banget sekarang kulitnya. Dokter kasih obat - obatan oles yang gak harsh ke kulit jadi biar gak merah, jadi kebanyakan jenisnya gel bening. Ada satu item yang aku kurang suka, aku malah di kasih AF semacam acne foundation.

Kulitku itu gak bisa pake begituan malah suka tambah bruntusan dan bener aja nambah bruntusannya tambah banyak naik sampe ke tulang pipi, terus aku gak pake kucel banget tapi tetep aja bruntusan ada.. Tapi yaudah gak apa - apa mungkin aku belum jodoh sama dokter ini. Harga mahal tapi setara sama kebaikan si dokternya cinta deh sama beliau tapi sayangnya aku dan beliau belum jodoh. Dokter kasih aku 4 jenis krim dan satu sabun wajah. Sabun wajahnya kaya cethapil gak berbusa dan kodenya ctp jadi itu pasti cethapil hehe. untuk krim pagi semua dikasih yang gel karena biar kaleman kulitnya. Salah satu gel bening itu ada clyndamicin, nah krim 1 dan 2 yang masih aku pake karena kalau krim 3 itu jenisnya pelembab dan aku kurang butuh karena minyakan jadi aku jarang pake kalaupun pake tipis banget. Acne Foundation di aku malah bikin kulit berat, warnanya malah bikin kulit kusam aku tambah item kucel jadi jarang kupake.

Jadi sekarang aku cuma pake 2 cream yang dikasih dokter Can, Krim 1 dan Krim 2 (Clinda). Yang lainnya khusus yang malem aku udah gak pake lagi.

12. CHAMOS ACACI ACNE MAGIC POWDER

Awalnya iseng lagi santai - santai sama temen, terus dia nunjukin salah satu temen dumaynya yang emang cling dan kece banget meskipun udah emak - emak. Kita jadi kepoin, dan beliau share apa aja yang dia pake untuk perawatan, ternyata banyak yang excited juga nanggepin postingan itu teruslah kita semakin kepo dan nemu Brand Chamos Acaci di perawatan dia yang berupa, Essence, Snail Cream, dan Acne Magic Powder ini, dia diresepin itu di salah satu skincare. Berawal dari situ akhirnya aku kepo lebih lanjut di google. Nemulah website chamos.co.kr dan ternyata itu adalah Brand dari Korea.

Aku googling terus untuk cari reviewnya tapi masih dikit banget. Terus temenku tuh sekarang perawatan juga di skincare tersebut. Ternyata dia di resepin Chamos Acaci Acne Magic Powder. Setelah beberapa  hari  dia langsung kasih review si Chamos Acaci Acne Magic Powder ini ke aku. Dia tipe jerawat yang bruntusan, dan ada beberapa jerawat Besar tanpa mata cuma merah aja dan lama sembuh paling cepet harus di suntik tapi dia gak mau. Dia review kalau bruntusannya udah mulai berkurang, terus kulit wajah dia adem dan kaleman, dan lagi dia bilang dia suka sama tekstur Chamos Acaci AMP ini karena bentuknya cair dan kalau di pake kewajah ia cepat meresap ke kulit, sensasi mentholnya bikin kulit adem dan nyaman, terus hasil akhirnya kulit kita kaya pake bedak matte dan mengikuti warna kulit.

Berbekal dari dia, akhirnya aku minta nitip temen beliin karena kalau ke skincarenya langsung gak bisa beli sendiri. Untuk beli disana kita harus punya Member atau dalam kata lain kita kudu konsul dokter dll. Berhubung aku cuma pengen Acacinya aja jadi aku nitip aja deh. Aku gak berani beli di seller lain soalnya takut palsu, masalahnya ini masih jarang banget yang jual. Bukan gak percaya sih, tapi karena temenku mau dititipin yaudah deh mending nitip aja.

Sedikit Review nih : Dagukukan bruntusan banget sisi kiri dan kakan bibirnya, terus merambah ke tulang pipi kiri dan kanan, yang paling mencengangkan di jidat yang biasanya mulus malah jadi bruntusan juga, selain itu kulitku kemerahan terutama di bagian pipi kiri kanan dan dagu :'(( . Aku coba pake Chamos Acaci AMP ke wajah langsung begitu dateng karena kebetulan hari itu weekend dan biasanya aku gak suka pake skincare atau apapun ke wajahku paling cuci muka aja, males. Teksturnya kaya air gitu, ditaplokin ke muka adem banget, gak ada rasa panas, pedih, gatal, dll, adem aja pokoknya enak deh. Paling penting gak bikin wajahku tambah merah, karena biasanya pake obat apapun wajahku merah melulu *sedih*.

Entah hari keberapa lupa mungkin ke 3 apa ke 4 *gak inget* beruntusan di pipi udah mulai sedikit - sedikt mereda. Beberapa sih masih ada tapi sisanya udah hilang. Jerawat di dagu masih ada dan ada yang mateng - matengnya gitu, aku pencet gampang langsung keluar, putih, mungkin ini whitehead kali ya asalnya, terus aku totol alkohol biar gak berdarah terus, dan kalau udah berhenti darahnya aku oles lagi si Chamos Acaci AMP di bag itu. Besoknya jadi kaya bekas luka dan 1 atau 2 hari ilang deh. Bekasnya gak ekstrim merah - merah tapi ini samar - samar, entah karena sizenya kecil juga kali ya.

Setelah 1-2 hari pake single use. Aku coba combine sama sisa krim dokterku yang gel bening itu, krim 1 dan krim 2 (Clinda) tunggu kering baru taplokin Chamos Acaci AMP, udah deh tiap pagi atau touch up siang pake itu, dan kalau malam pake single use Chamos Acaci AMP. Cuci muka sama Cethapil di combine sabun Immortal sisaan perawatan dokter, habis itu baru satu hari sih balik lagi pake kiss mud foam karena enak aja dikulit.

Tapi sejauh ini aku suka sih sama Chamos Acaci AMP. Semoga aja cocok terus jadi bisa move on sepenuhnya sama krim dokter karena udah capek banget bolak balik dan gak bisa nabung jadinya.

Kurang lebih itulah perjuangan dan pengorbananku dalam melawan si jerawat. Pokoknya aku belajar bersyukur dan lebih mencintai diri sendiri apapun kondisinya itupun masih tahap belajar sih, dan terlebih aku optimis aja jerawatnya bisa sembuh. Perlu diingat gak semuanya yang cocok di aku itu pasti cocok di kamu, yang gak cocok di aku itu gak cocok juga di kamu, semua perawatan itu cocok - cocokan ya, jadi kalau mau harus Trial Error dulu biar tahu mana yang cocok atau ngga. 

Aku harap siapapun yang baca postinganku ini juga sama optimis pasti sembuh. Pasti jerawat kita sembuh, harus yakinin itu. Kita udah berdoa dan berusaha, dan kita bersyukur karena masih bisa diberikan kemampuan untuk perawatan atau mengobati jerawat kita. Selain itu jangan terus melihat ke atas, tenang masih banyak ko temen yang senasib dengan kita, teman satu perjuangan kita termasuk aku. Gak selamanya muka orang selalu mulus, gak selamanya wajah kita selalu jerawatan, hidup itu berputar.Go fighter! for fight your acne!!..