Sep 30, 2020

Review : Airin Skin Clinic



Sesuai dengan postingan sebelumnya, dipostingan kali ini saya akan mencoba memberikan review tentang perawatan kulit wajah saya di Airin Skin Clinic. Adapun sebelumnya saya beritahukan bahwa semua produk, ataupun jenis perawatan yang saya lakukan di Airin Skin Clinic menggunakan uang pribadi saya sendiri, tidak di endorse, dan apapun isi dari konten ini 100% adalah pengalaman pribadi saya, tidak ada unsur untuk merugikan atau menguntungkan berbagai pihak manapun.

Postingan ini akan sangat singkat ya dan tidak banyak gambar karena kebetulan foto jaman dulu beberapa terformat di laptop. Mohon maaf sebelumnya hanya banyak bercerita, tapi semoga membantu ya.

Pada bulan September 2017 saya memutuskan untuk melakukan perawatan wajah di Airin Skin Clinic yang berada di Antapani Bandung. Sebelum memutuskan hal tersebut, tentu saja saya terlebih dahulu mencari informasi tentang klinik tersebut, ditambah informasi dari teman saya yang memang juga mempunyai problem kulit yang sama dan perawatan disana juga, ditambah teman saya mendapat progress yang bagus, dimana kulitnya yang breakout berangsur - angsur membaik.

Pertama kali berkunjung kesana, saya konsultasi dengan dokter Tanti Wijayanti. Dokternya cantik, ramah, dan baik sekali. Saya cukup lumayan lama menghabiskan konsultasi dengan beliau dimulai dari saya bercerita awal mula tentang kenapa saya bisa breakout, hingga ke waktu perawatan yang mepet dikarenakan saya akan menikah.

Dokter Tanti sangat sabar dan benar - benar menyimak cerita saya, lalu setelah itu dia memeriksa kondisi kulit saya. Kondisi kulit saya saat itu banyak sekali jerawat yang mendam (whitehead) yang memang harus menunggu siap untuk dikeluarkan, tidak bisa dipaksa untuk keluar. Terlebih lagi ditambah kulit saya yang sensitif, dan kemerahan akibat beberapa waktu lalu habis ke pantai T.T, alhasil saya diminta untuk treatment IPL Acne, dan diresepkan krim yang mild dan tidak ada unsur yang mengiritasi kulit. Lalu diminta konsultasi lagi setelah Dua Minggu.

Progress dua minggu pertama kulit saya masih beradaptasi dengan krim dari Airin Skin Clinic sehingga belum ada progress yang luar biasa, dan kondisi kulitpun masih sama seperti sebelumnya. Lalu minggu kedua saya datang kembali ke Airin Skin Clinic dengan dokter Tanti lagi. Beliau mengecek kondisi whitehead saya dan katanya beberapa sudah siap untuk dikeluarkan sehingga pada saat itu saya treatment Facial, dan untuk krim masih memakai krim yang sama namun ditambah dengan Acne Gel. Pada saat itu dokter menyuruh saya datang kembali dua minggu kemudian.

Setelah facial tentu saja wajah gak karuan, merah - merah dan juga beberapa whitehead ada yang menjadi jerawat tapi untungnya ada Acne Gel dan saya cocok, jerawat jadinya tidak terlalu meradang hanya merah dan dalam kurun waktu sekitar kurang lebih satu minggu jerawatnya agak kempes.

Dua Minggu kemudian saya datang kembali namun karena saat itu dokter Tanti cuti, saya ditangani oleh dokter Aprilia. Dokter Aprilia menyarankan saya untuk IPL Acne, dan untuk krim dan lainnya tidak ada yang diubah, dikarenakan kulit wajah saya masih sensitif sehingga belum bisa diberikan krim yang ada unsur whitening atau active ingridientsnya, perlahan - lahan dulu nanti setelah kulitnya bisa menerima baru diganti beberapa sesuai dengan kebutuhan kulit. Karena saya juga kerja, saya memutuskan untuk hanya sebulan sekali pergi ke Airin Skin Clinic untuk perawatan.

Selama saya perawatan disana saya pernah dengan dokter Fahmi, dan dokter Hellan, semua pendapat mereka kurang lebih sama, dan krimnya pun masih meneruskan seperti yang pertama karena kulit saya masih sensitif. Rentang waktu tersebut saya melakukan treatment 1x untuk Facial, 1x untuk Hollywood derma facial, dan seringnya IPL Acne.

Menurut saya sih sebenarnya ada progress ke arah lebih baik walau tidak langsung mulus, dan masih ada bruntusan (whitehead) ataupun jerawat yang hilang timbul, tapi tidak separah yang sebelumnya. Namun dikarenakan jaraknya cukup jauh dari kantor saya, ditambah waktunya tidak bisa weekend saya memutuskan untuk berhenti perawatan.

Apakah saat lepas perawatan Breakout lagi? YES. Breakout sejadi - jadinya dimana mana jerawat bahkan di dahi yang terbilang jarangpun jadi muncul jerawat. Setahu saya breakout itu bukan karena kecanduan ya, tapi karena kondisi kulit kembali ke semula, yang awalnya dirawat jadi tidak dirawat, ibaratnya rumah kalau dirawat ya bersih, kalau gak dirawat? ya dipikir - pikir lagi deh pasti ngertikan ;D nah seperti itu maksud dari breakout perawatan ke dokter kulit, atau klinik kecantikan, seklai lagi  bukan karena kecanduan produk.

Setelah berhenti total dari Airin, saya sempat tidak memakai perawatan apapun karena capek dan tidak ada waktu. Namun setelah sebulan saya merasa perlu untuk merawat kulit lagi dikarenakan breakoutnya semakin parah hal itu ditambah gaya hidup kurang sehat dari saya sendiri. Karena tidak memungkinkan ke Airin dikarenakan jarak yang lumayan cukup jauh dari rumah, akhirnya saya iseng tanya beberapa teman saya yang sesama Acne Fighter dan dapat satu referensi dokter kulit yang dekat dengan rumah saya, di daerah Margahayu Bandung (Margahayu Soekarno Hatta ya).

Next postingan selanjutnya akan membahas terlebih dahulu ke progress perawatan di dokter kulit tersebut.

See you next post.